Berita  

Ashabul Kahfi Tegaskan Dana MBG Terpisah dari Anggaran Guru dalam Sosialisasi di Makassar

Mediatrend.id – MAKASSAR – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, bersama mitra kerja setempat.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, yang memaparkan secara rinci arah kebijakan, mekanisme pelaksanaan, hingga dampak strategis program nasional tersebut.

Dalam acara yang digelar di Cafe Vaan In Sky, Mamajang, Selasa (17/2), Ashabul Kahfi menanggapi isu yang berkembang terkait sumber pendanaan MBG.

Ia menegaskan bahwa anggaran program tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan dana untuk guru.

“Perlu kami luruskan, pendanaan MBG tidak berasal dari dan tidak mengurangi anggaran guru. Hak serta kesejahteraan guru tetap dialokasikan sesuai ketentuan dalam APBN maupun APBD,” tegasnya di hadapan peserta sosialisasi.

Ia menjelaskan bahwa MBG memiliki pos anggaran tersendiri yang disusun melalui mekanisme resmi pemerintah, sehingga tidak mengganggu pembiayaan sektor pendidikan.

Pemerintah, lanjutnya, tetap menjaga komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang memadai.

Ashabul juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi. Ia meminta publik merujuk pada sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memicu ketidakpercayaan terhadap program strategis nasional.

Selain membahas aspek pendanaan, ia memaparkan dampak ekonomi yang mulai dirasakan di Makassar.

Menurutnya, pelaksanaan MBG mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro dan kecil dalam penyediaan bahan pangan serta jasa pendukung.

“Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan dan gizi, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat sektor UMKM. Perputaran ekonomi di tingkat lokal meningkat, mulai dari perdagangan hingga jasa transportasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan aktivitas produksi dan distribusi mendorong pelaku usaha menambah tenaga kerja.

Di sisi lain, dukungan berupa pelatihan dan pendampingan turut memperkuat kapasitas UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tujuan dan manfaat MBG secara menyeluruh.

Implementasi yang konsisten dan transparan diyakini akan memperkuat fondasi pembangunan manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *