Berita  

Daop 3 Cirebon Perketat Pengawasan Jalur Rel Selama Ramadhan, Warga Diminta Tidak Ngabuburit di Lintasan KA

Mediatrend.id – CIREBON – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jalur rel sebagai lokasi ngabuburit atau aktivitas menunggu waktu berbuka puasa.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa setiap tahunnya masih ditemukan warga yang duduk di bantalan rel, berjalan di sepanjang lintasan, hingga membuat konten media sosial di area perkeretaapian. Padahal, jalur rel merupakan zona terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api.

“Tradisi ngabuburit memang menjadi bagian dari budaya Ramadhan. Namun jalur rel bukan tempat yang aman untuk berkegiatan. Aktivitas sekecil apa pun di lintasan sangat berisiko terhadap keselamatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan memiliki jarak pengereman yang cukup panjang. Dalam kondisi darurat, masinis tidak dapat menghentikan rangkaian secara mendadak. Selain itu, kelalaian akibat penggunaan telepon genggam maupun salah perhitungan jarak kerap menjadi pemicu kecelakaan di perlintasan.

Data Daop 3 Cirebon mencatat, sejak Januari 2026 hingga saat ini telah terjadi delapan insiden orang tertemper kereta api. Angka tersebut menjadi perhatian serius, terutama menjelang bulan Ramadhan ketika aktivitas masyarakat di sore hari meningkat.

Larangan berada di ruang manfaat jalur kereta api telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Setiap pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta.

Sebagai upaya pencegahan, Daop 3 Cirebon meningkatkan patroli keamanan di titik-titik rawan serta menggencarkan sosialisasi keselamatan ke sekolah dan komunitas di sekitar jalur rel. Pengawasan khusus dilakukan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Muhibbuddin juga mengajak peran aktif orang tua dan masyarakat untuk saling mengingatkan, terutama kepada anak-anak dan remaja, agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar rel.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Mari isi waktu menunggu berbuka dengan kegiatan yang aman dan positif. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *