Berita  

Kreatif! Calon Kuwu di Indramayu Pakai Baliho Desain WhatsApp untuk Sasar Pemilih Muda

Baliho unik calon Kuwu Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu yang viral di medsos. Foto : Istimewa

Mediatrend.id – INDRAMAYU – Sebuah baliho calon kuwu di Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, tengah mencuri perhatian warganet di media sosial.


‎Bukan soal ukurannya, tetapi karena desainnya yang meniru tampilan percakapan WhatsApp lengkap dengan foto profil, nama kontak, hingga kolom “ketik pesan”.

‎Di tengah maraknya baliho konvensional, gaya seperti ini dianggap segar dan dekat dengan kebiasaan komunikasi masyarakat yang kini serba digital.

‎Baliho itu bahkan sempat viral setelah foto seorang anak terlihat berhenti membaca desain unik tersebut.

‎Calon Kuwu Singajaya, Khaerul Anam (42), mengakui bahwa ide tersebut muncul spontan.

‎“Sepintas saya lihat lagi mainan WA, terus saya kaji. Dengan gaya lewat WA ternyata lebih menarik. Dan terbukti, banyak yang tertarik di sosmed, banyak komentar positif,” ujarnya saat ditemui *mediatrend* di rumahnya. Selasa (25/11/2025).

‎Menurut Anam, pendekatan kreatif ini sengaja dipilih untuk menyasar pemilih pemula yang jumlahnya cukup besar di Singajaya.

‎“Kita menghadapi pemilih-pemilih pemula, jadi harus kreatif dan berinovasi. Jangan terkesan masih tradisional. Pengennya anak muda ikut partisipasi,” katanya.

‎Respons publik, kata Anam, datang bukan hanya dari warga Singajaya, tetapi juga dari calon kuwu di desa lain, bahkan dari luar Indramayu.

‎“Alhamdulillah banyak yang respon. Katanya ini jadi keunikan tersendiri di Pilwu 2025,” tambahnya.

‎Dalam pencalonannya, Anam membawa visi misi bertajuk AMAN yaitu Agamis, Mandiri, Nyaman.

‎”Agamis, menguatkan nilai keagamaan di desa, Mandiri, membuka sektor ekonomi desa agar lebih berkembang dan Nyaman, menciptakan lingkungan yang aman, termasuk menertibkan persoalan sosial seperti praktik prostitusi terselubung,” jelasnya.

‎Anam menyebut ini merupakan pencalonan keduanya setelah pernah gagal seleksi pada Pilwu 2017. Kali ini ia kembali maju karena dorongan warga dan tokoh masyarakat.

‎Menurut Anam, Pada Pilwu 2025 ini di Desa Singajaya diikuti empat calon setelah satu peserta mundur.

‎“Alhamdulillah lolos seleksi. Tadi juga sudah ambil nomor urut dan antusias sekali. Saya dapat nomor 3, insyaAllah optimis menang,” ujarnya.

‎Untuk Pilwu kali ini, Anam membagikan dua lembar kartu aspirasi kepada masyarakat yang nantinya akan diisi oleh masyarakat itu sendiri.

‎”kartu aspirasi itu, nantinya satu dipegang masyarakat dan satunya dipegang saya. Pada saat saya terpilih nanti kartu-kartu aspirasi itu akan mengingatkan saya,” tuturnya.

‎Salah satu warga yang melintas, Putri (24), mengatakan desain baliho Anam terasa segar dan relevan bagi anak muda.

‎“Unik, baru lihat yang kayak gini. Mudah-mudahan terpilih dan bisa mewakili aspirasi Gen Z,” ujarnya.

‎Fenomena baliho ala WhatsApp ini menunjukkan bahwa kontestasi tingkat desa pun mulai beradaptasi dengan gaya komunikasi era digital yang kreatif, dekat, dan lebih personal.

‎Selama tetap membawa gagasan dan program yang jelas, inovasi semacam ini bisa menjadi warna baru dalam dinamika Pilwu 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *