Berita  

Petani Kesulitan BBM, Indramayu Berpeluang Jadi Daerah Pertama dengan SPBU Alsintan di Indonesia

‎Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin (bertopi) didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heriyanto (kanan kacamata) saat memberikan keterangan terkait SPBU Alsintan. Foto : Dok. Diskominfo Kabupaten Indramayu

Mediatrend.id – INDRAMAYU – Kabupaten Indramayu berpeluang mencatat sejarah baru di sektor pertanian. Daerah lumbung padi nasional ini tengah menggodok rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus alat dan mesin pertanian (alsintan), yang berpotensi menjadi yang pertama di Indonesia.

‎Rencana tersebut hadir sebagai respons atas keluhan petani yang kerap kesulitan mendapatkan BBM untuk mengoperasikan alsintan, terutama di masa tanam dan panen.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heriyanto, mengatakan keterbatasan BBM menjadi persoalan serius yang sejak lama dirasakan petani.

‎“Salah satu kendala yang dihadapi khususnya para petani ini terkait BBM untuk alsintan. Ini sangat terbatas sekali. Ya, sangat terbatas sekali,” ujarnya, Rabu 26 November 2025.

‎Sugeng menjelaskan, gagasan pembangunan SPBU alsintan datang dari usulan Koperasi Tani di Indramayu dan sudah dibahas bersama sejumlah pihak, termasuk Patra Niaga dan Kementerian Pertanian.

‎“Ini untuk mensinergikan bagaimana ada usulan dari Koperasi Tani di Indramayu agar dibuka SPBU alsintan, dan rencananya salah satunya ada di Wanasari,” katanya.

‎Meski begitu, keputusan final masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat.

‎“Cuma sampai hari ini kelihatannya masih belum ada sebuah keputusan dari Kementerian Pertanian,” katanya.

‎Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menilai rencana ini sangat mungkin menjadikan Indramayu sebagai pionir nasional dalam penyediaan SPBU khusus alsintan.

‎Ia menyebut keberadaan fasilitas ini bisa menyusul Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang sudah ada di Karangsong dan beberapa titik lain.

‎“Iya, karena memang sampai hari ini di mana-mana belum ada. Sebagai daerah pertanian dan penopang ketahanan pangan nasional, wajar jika kita ingin ada SPBU Alsintan,” ujarnya.

‎Selain itu, Wabup juga menyoroti dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Indramayu, yang menurutnya mulai menunjukkan hasil positif di sejumlah wilayah.

‎“Petani kita di wilayah Kandanghaur itu yang biasa tidak pernah panen, kemarin panen luar biasa malah. Terima kasih sekali lagi. Pak Prabowo, Pak Menteri dan Wamen Pertanian,” katanya.

‎Jika disetujui kementerian, Indramayu akan menjadi daerah pertama yang memiliki SPBU khusus alsintan, yang diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *