Mediatrend.id – CIREBON – Kontingen Esports Kabupaten Cirebon menunjukkan kemampuan kompetitifnya pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat meskipun turun dengan formasi terbatas.
Dari dua nomor yang diikutsertakan, hanya nomor Free Fire (FF) yang berhasil melaju ke putaran utama, namun langsung menorehkan hasil membanggakan dengan finis di posisi ketiga.
Skuad Free Fire Kabupaten Cirebon diperkuat oleh para pemain muda: Gusti Tri Purnama, Ahmad Rafi Aziz, Andra, Rangga Jati, dan Ardan Adiguna Rizky. Tim ini baru dibentuk dan memiliki waktu persiapan yang relatif singkat, namun mampu tampil percaya diri dan disiplin.
Persaingan di babak utama berlangsung ketat. Tim Cirebon menghadapi lawan-lawan kuat dari berbagai kota besar di Jawa Barat yang sebagian besar turun dengan formasi profesional.
Kendati demikian, strategi agresif dan konsistensi permainan membuat Cirebon mampu bersaing dalam perebutan poin. Selisih skor yang tipis dengan dua peringkat teratas menunjukkan kualitas permainan yang tidak kalah kompetitif.
Ketua Bidang Esports Kabupaten Cirebon, Sampriatna, mengapresiasi penuh performa tim.
“Saya melihat sebenarnya peluang meraih emas cukup besar. Selisih poin dengan peringkat satu dan dua sangat tipis. Tantangannya luar biasa, karena tim ini baru dibentuk dan langsung menghadapi tim dengan jam terbang tinggi,” ujar Sampriatna, Selasa 9 Desember 2025.
Ia juga menambahkan bahwa mental para atlet patut dipuji. “Anak-anak bermain tanpa gentar. Mereka membuktikan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar di dunia esports,” tegasnya.
Ke depan, Sampriatna menilai perlunya evaluasi menyeluruh terkait pembinaan atlet dan pemilihan nomor pertandingan, agar pengiriman kontingen lebih tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa pada Porprov berikutnya Kabupaten Cirebon dapat mengirim lebih banyak nomor dan bersaing untuk posisi teratas,” katanya.
Capaian juara tiga Free Fire ini menjadi pijakan penting bagi perkembangan esports Kabupaten Cirebon.
Selain meningkatkan kepercayaan diri atlet, hasil ini juga menjadi bukti bahwa talenta lokal mampu menembus kompetisi tingkat provinsi dan berpotensi melangkah lebih jauh di skala nasional.












