Cirebontrend.id – CIREBON – Komitmen memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan di Kabupaten Cirebon.
Salah satunya melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang digelar oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon, sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal.
Acara puncak PKU tahun ini digelar dengan melibatkan sekitar 500 pelaku UMKM binaan dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon Imron, serta perwakilan dari OJK dan pihak-pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan apresiasi atas peran PNM yang selama ini tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga pendampingan secara menyeluruh.
“PNM ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga memberi semangat dan pembinaan kepada pelaku UMKM kita. Ini sangat membantu masyarakat, khususnya di Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.
Ia menekankan, UMKM memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal. Karena itu, keberadaan mitra strategis seperti PNM, OJK, dan instansi lain sangat dibutuhkan untuk memperkuat sektor ini secara berkelanjutan.
“Pembinaan seperti ini penting agar UMKM kita lebih kreatif, lebih siap bersaing, dan bisa memperluas pasarnya ke tingkat nasional bahkan global,” katanya.
Yang menarik, dalam kegiatan PKU kali ini juga diberikan apresiasi khusus berupa hadiah umrah kepada empat pelaku usaha terbaik, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan konsistensi mereka dalam mengembangkan usaha.
Kepala PNM Cabang Cirebon, Erwin Sariyadi, menjelaskan bahwa program PKU merupakan agenda tahunan yang menjadi titik puncak dari seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan yang dilakukan sepanjang tahun.
“PNM bukan sekadar lembaga pembiayaan. Kami membawa konsep pembiayaan yang dibarengi pembudayaan. Jadi nasabah kami tidak hanya dibantu modalnya, tapi juga cara mengelola usaha agar tumbuh dan bertahan,” jelasnya.
Erwin menyebutkan, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu basis terbesar nasabah PNM di Jawa Barat, dengan jumlah mencapai sekitar 180 ribu pelaku usaha.
“Mulai dari perizinan usaha, sertifikasi halal, hingga strategi pemasaran, kami bantu semua. Ini yang membuat banyak UMKM bisa naik kelas,” ujarnya.
Dukungan terhadap penguatan UMKM juga disampaikan oleh Ketua OJK Cirebon, Agus Mutholib. Ia menekankan bahwa inklusi dan literasi keuangan harus terus ditingkatkan agar para pelaku UMKM mampu mandiri secara finansial.
“Kita ingin UMKM kita tidak hanya untung, tapi juga paham cara mengelola keuangan secara sehat. Di sinilah pentingnya literasi keuangan,” ujar Agus.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik pinjaman ilegal seperti rentenir dan pinjaman online (pinjol) tak resmi.
“OJK mendorong masyarakat agar memilih lembaga pembiayaan resmi seperti PNM. Ini juga bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang kita selenggarakan setiap Oktober,” imbuhnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pembina UMKM, diharapkan sektor usaha kecil di Cirebon terus tumbuh dan mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan secara lebih tangguh.












