Berita  

DPR RI Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Tekankan Pengawasan dan Kualitas Pangan

Mediatrend.id – BANDUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari anggota Rajiv yang menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program MBG bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional yang digelar di Saung Soreang, Pamekaran, Kabupaten Bandung, Rabu 4 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Rajiv, Kepala KPPG Cirebon Yulian Septa Pratama, Kepala Desa Panyirapan Dadang Sihabudin Latip, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para peserta undangan.

Dalam kesempatan itu, Rajiv menyampaikan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk komitmen negara dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Pemenuhan gizi yang baik adalah hak setiap warga negara. Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan, mendapatkan asupan gizi yang layak,” ujar Rajiv.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.

Rajiv mengingatkan agar anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan secara transparan dan akuntabel.

“Program baik ini harus terus kita kawal bersama. Masyarakat juga perlu ikut mengawasi agar program strategis ini tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran yang dikucurkan oleh Badan Gizi Nasional,” tegasnya.

Rajiv bahkan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan penyimpangan dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Jika masyarakat melihat adanya dapur atau pelaksana yang tidak menjalankan program dengan baik, segera laporkan kepada lurah atau camat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi,” tambahnya.

Selain aspek pengawasan, Rajiv juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas bahan makanan yang disalurkan dalam program MBG.

Ia menegaskan bahwa standar gizi dan kualitas bahan pangan harus menjadi prioritas utama agar tujuan program dalam mengatasi masalah gizi dapat tercapai.

“Pemerintah perlu memastikan bahan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi yang seimbang dan diberikan secara tepat sasaran. Evaluasi dan pengawasan yang ketat harus terus dilakukan,” pungkas Rajiv.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *