Mediatrend.id – INDRAMAYU – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, memberikan sorotan tajam terhadap fenomena tahunan di kawasan Jembatan Sewo (Kalisewo), Indramayu.
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Ono menegaskan bahwa aktivitas warga yang menyapu koin di pinggir jalan raya tersebut adalah potret nyata dari kondisi ekonomi masyarakat yang masih memprihatinkan.
Bagi banyak orang, aksi menyapu koin di Jembatan Sewo mungkin dianggap sebagai tradisi atau budaya lokal yang unik. Namun, bagi Ono Surono, ada akar masalah yang jauh lebih mendasar di balik fenomena tersebut.
”Menurut saya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan budaya yang sudah berlangsung lama, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat,” tegas, Minggu 15 Maret 2026
Ia menambahkan bahwa masyarakat di sana membutuhkan perhatian lebih dari sekadar tontonan musiman. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat aktivitas tersebut menjadi tumpuan harapan bagi sebagian warga.
Ono Surono meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak tinggal diam dan hanya menonton fenomena ini terjadi setiap tahun tanpa solusi permanen.
Ia mendesak adanya langkah konkret yang dimulai dari pemetaan masalah di tingkat akar rumput.
”Saya menilai penanganan persoalan ini seharusnya terlebih dahulu dilakukan oleh pemerintah daerah. Bupati Indramayu bersama jajaran diminta melakukan investigasi dan pemetaan masalah untuk mencari solusi yang tepat,” ucapnya dengan nada serius.
Ono menekankan bahwa pemerintah harus hadir untuk memahami mengapa masyarakat tetap memilih turun ke jalan meski berisiko tinggi.
”Persoalan ini harus dilihat secara jernih. Pemerintah daerah adalah pihak yang paling tahu kondisi warganya. Cari tahu apa yang mereka butuhkan agar aktivitas di Jembatan Sewo ini bisa dicarikan solusi ekonominya,” tambahnya.
Meskipun ia menjabat sebagai anggota legislatif tingkat provinsi, Ono mengingatkan bahwa tanggung jawab pertama ada di tangan pemerintah daerah setempat.
Namun, ia juga membuka pintu bagi intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat jika diperlukan.
”Jika pemerintah kabupaten merasa tidak mampu menangani persoalan tersebut, barulah pemerintah provinsi dapat turun tangan membantu penyelesaiannya,” jelas Ono.
Masalah Jembatan Sewo ini pun kian pelik karena bertepatan dengan melambungnya harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.
Ono mengkhawatirkan beban hidup yang berat akan mendorong lebih banyak orang turun ke jalan.
”Laporan yang diterima menunjukkan hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Karena itu, saya berharap program-program yang dimiliki oleh Pemprov Jabar dapat lebih difokuskan pada upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama menjelang hari raya,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi terkait fenomena warga pencari koin di jembatan Kalisewo, Indramayu, turut menjadi sorotan tajam.
Menhub mengimbau agar kegiatan tersebut dihentikan sementara demi keselamatan warga itu sendiri.
”Kami berharap sebenarnya kegiatan tersebut tidak berlanjut karena itu juga membahayakan mereka juga kan ya. Membahayakan mereka karena pada saat arus mudik kendaraan jumlahnya cukup banyak. Khawatirnya itu akan satu mengganggu kelancaran, tapi yang paling penting akan mengkhawatirkan dari sisi keselamatan para saudara-saudara kita yang ada di Kalisewo tersebut. Jadi harapan kita supaya untuk sementara kalau memang dipandang perlu, jangan jangan dilakukan dulu,” ujarnya saat di Cirebon didampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sabtu (14/3/2026).
Dalam kesempatan yang sama senada dengan Menhub, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meminta Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk segera bertindak.
KDM menilai pendekatan persuasif melalui pengamanan kepolisian seringkali tidak efektif karena warga terus kembali ke lokasi.
Sebagai solusi jangka pendek, KDM mengusulkan pemberian kompensasi finansial agar warga bersedia menghentikan aktivitasnya selama masa mudik.
”Begini, sekarang gini, saya minta Bupati Indramayu segera melakukan pendataan terhadap warga yang biasa mangkal di Kalisewo untuk mencari koin yang jatuh. Itu kan tradisi yang berpuluh-puluh tahun. Diamankan sama Polsek, balik lagi balik lagi. Nah, sehingga saya mencoba pikirkan alternatif dikasih kompensasi deh selama musim mudik ini mereka tidak melakukan aktivitasnya. Minimal itu dulu. Oke, ya. Pak Bupati Lucky,” tegasnya.
Fenomena Penyapu Koin Kalisewo Indramayu, Ono Surono: Bukan Sekadar Budaya Tapi Masalah Ekonomi












