Mediatred.id – MAJALENGKA – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati resmi meningkatkan skala operasionalnya secara masif pada musim haji 2026 dengan melayani 40 kelompok terbang (kloter), sebuah lonjakan signifikan yang mempertegas kesiapan infrastruktur kebanggaan warga Jawa Barat ini dalam melayani penerbangan internasional jarak jauh.
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda Mahmudan, menegaskan bahwa penambahan 12 kloter dari tahun sebelumnya ini dibarengi dengan perluasan zonasi wilayah pemberangkatan yang kini mencakup 19 kabupaten dan kota.
Nuril Huda mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan besar yang diberikan kepada Bandara Kertajati untuk menangani jumlah jemaah yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
”2026 ini kita melayani 40 kloter ya, di mana ada penambahan 12 kloter dari tahun sebelumnya. Kita di tahun 2025 kita melayani 28 kloter. Alhamdulillah di tahun 2026 ini kita dikasih amanah untuk ditambah 12 kloter jadinya 40 kloter,” ujar Nuril saat memantau keberangkatan kloter pertama Embarkasi Kertajati asal Kabupaten Indramayu.
Ia menambahkan bahwa proses awal pemberangkatan telah berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis.
”Alhamdulillah hari ini tadi kita sama-sama sudah menyaksikan kloter pertama dari Kabupaten Indramayu sudah berangkat dan alhamdulillah seluruh prosesnya baik mulai dari Asrama Haji sampai dengan naik ke pesawat di Bandara Kertajati, alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.
Perubahan paling mencolok tahun ini adalah masuknya wilayah Bandung dan Priangan dalam daftar manifes keberangkatan melalui Kertajati.
Nuril merinci bahwa hampir seluruh Jawa Barat kini terpusat di Kertajati, kecuali wilayah yang menempel pada ibu kota.
”Untuk Kertajati ini kita dapat 19 Kabupaten atau Kota yang berangkat dari Bandara Kertajati. Sebelumnya di bawah itu, hanya sekitar 10. Jadi masih dapat tambahan cukup banyak. Itu wilayah Bandung Priangan. Bandung masuk ke sini. Yang tidak itu hanya Kota Bekasi, kemudian Depok, Bogor, itu masuknya ke Bekasi,” jelasnya mengenai pembagian zonasi tersebut.
Menjawab kekhawatiran mengenai kepadatan lalu lintas udara dengan adanya tambahan kloter, Nuril memaparkan data teknis operasional bandara yang menunjukkan bahwa Kertajati masih memiliki ruang yang sangat luas untuk penambahan penerbangan.
”NAC (Notification Airport Capacity) kita, atau kapasitas bandara dalam melayani suatu penerbangan itu kita bisa mencapai 18 pergerakan per jam, take-off landing. Sehingga untuk wide body itu kita mampu empat pergerakan,” tegas Nuril.
Ia menekankan bahwa jadwal harian saat ini masih jauh di bawah batas maksimal kapasitas bandara.
”Di haji ini kan maksimal nanti ada satu hari itu kita melayani tiga flight, tapi tidak berbarengan. Nah, yang berbarengan yang seringnya akan dua kali flight. Dan itu tadi saya sampaikan karena kapasitas kita empat untuk wide body, jadi insyaallah kalau dua masih mencukupi. Aman, insyaallah aman,” jelas nuril.
Keberhasilan operasional ini juga bergantung pada sinergi dengan fasilitas darat. Nuril berharap penyempurnaan Asrama Haji di Indramayu akan semakin memperkuat posisi Kertajati sebagai pusat pemberangkatan haji di masa depan.
”Kalau untuk kebutuhan kan tentunya semua jemaah fokusnya di Asrama Haji di Indramayu ya. Nah memang nanti dari Asrama Indramayu baru diarahkan penerbangannya melalui Kertajati. Seluruh fasilitas di bandara insyaallah sudah laik dapat digunakan,” ujarnya.
”Tinggal mengoneksi dari Asrama Haji, semoga saja juga segera selesai 100% supaya ada penambahan kloter-kloter. Bagaimanapun intinya kalau Kertajati itu bandaranya selalu siap untuk mensupport pemberangkatan haji,” pungkasnya.












