Berita  

Tadarus Pengawasan: Cara Bawaslu Indramayu ‘Cas’ Integritas Lewat Momentum Ramadan

Suasana Tadarusan yang digelar Bawaslu Kabupaten Indramayu. (13/3/2026)

Mediatrend.id – INDRAMAYU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu punya cara unik dalam mengisi bulan suci Ramadan. Tidak sekadar menunggu waktu berbuka, jajaran pengawas pemilu ini menggelar agenda “Ngabuburit Pengawasan” bertajuk Tadarus Pengawasan, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi pimpinan dan staf untuk menyelaraskan nilai-nilai spiritual Ramadan ke dalam etika kerja pengawasan demokrasi.

‎*Ramadan Sebagai ‘Madrasah’ Karakter*

‎Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Supriadi, menegaskan bahwa istilah “Tadarus Pengawasan” bukan sekadar seremoni. Ini adalah proses memperdalam pemahaman terhadap tugas pengawasan agar tetap relevan dengan dinamika politik yang cair.

‎”Ramadan adalah madrasah pembentukan karakter. Kita berefleksi, apakah ibadah kita sudah berdampak pada peningkatan integritas dan kinerja di lapangan?” ujar Supriadi.

‎Evaluasi dan Penguatan Mental
‎Setiap divisi di Bawaslu Indramayu membawa catatan reflektif masing-masing dalam forum tersebut:

‎- Integritas & Kejujuran: M. Saprudin (Kordiv SDM) menekankan bahwa nilai kepatuhan dan kejujuran dalam puasa adalah cermin utama bagi pengawas dalam menjaga independensi.

‎- Akuntabilitas Kerja: Dede Irawan (Kordiv Penanganan Pelanggaran) melihat Ramadan sebagai momen evaluasi total atas praktik pengawasan yang telah berjalan agar lebih matang di tahapan berikutnya.

‎- Kedisiplinan & Kesabaran: Ivan Sagito (Kordiv Hukum) menyoroti bagaimana puasa melatih kesabaran, sebuah kualitas krusial saat menangani sengketa pemilu yang sarat tekanan.

‎*Meninggalkan Warisan Positif*

‎Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Ahmad Tabroni, berharap penguatan spiritual ini tidak berhenti saat Idul Fitri tiba. Ia menginginkan adanya legacy atau warisan budaya kerja yang bersih dan profesional bagi masyarakat Indramayu.

“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang baik kita perbaiki. Harapannya, kita bisa meninggalkan jejak positif bagi lembaga dan dampak nyata bagi publik,” pungkasnya.

Dengan semangat “Tadarus Pengawasan” ini, Bawaslu Indramayu berkomitmen menjadikan nilai moral sebagai pengawal utama dalam mengawasi jalannya demokrasi yang adil dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *